Halo sobat Travelista!

Ada ga di sini yang kalau akhir pekan tiba bawaannya pengen kabur sejenak dari pusingnya Jakarta? Saya sih yakin kita butuh short escape. Nah, baru-baru ini saya dan keluarga memutuskan untuk melipir ke arah Banten, tepatnya ke kawasan Anyer. Kali ini kami ke salah satu destinasi yang belakangan sering banget seliweran di media sosial: The Nice Ocean View Anyer.

Banyak yang bilang tempat ini paket lengkap: ada pemandangan laut, tempat main anak, sampai mini zoo. Tapi, seperti apa sih pengalaman real-nya? Yuk, simak cerita lengkap perjalanan saya di bawah ini.

Perjalanan Menuju Lokasi

The Nice Ocean View ini beralamat di Jalan Raya Karang Bolong Anyer, Karang Suraga, Kec. Cinangka, Kabupaten Serang, Banten 42166. Kalau kalian berangkat dari Jakarta, perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 2,5 hingga 3 jam, bergantung situasi lalu lintas dan seberapa macet tol Jakarta-Merak. Saran saya, bagusnya sih berangkat pagi-pagi sekali supaya bisa menikmati perjalanan tanpa stres dan sampai di sana saat matahari belum terlalu terik. Aksesnya pun sangat mudah karena letaknya persis di pinggir jalan raya utama wisata Anyer, jadi kalian nggak akan nyasar.

Kesan Pertama: Parkiran Luas & Tiket Murah Meriah

Begitu sampai di lokasi, kesan pertama yang langsung saya dapatkan adalah: lega! Kalian pasti pernah ngerasain spot liburan yang sulit banget parkirannya, tapi di The Nice Ocean View, area parkirnya luas banget. Bus besar pun bisa masuk dengan leluasa, apalagi mobil pribadi. Poin plus banget buat yang bawa rombongan keluarga besar.

Kejutan kedua adalah tiket masuknya. Untuk fasilitas yang ditawarkan, harga tiket masuknya sangat ramah di kantong, yaitu hanya Rp 25.000 per orang. Rasanya jarang sekali nemu tempat wisata dengan fasilitas lengkap di pinggir pantai dengan harga segitu.

Menjelajahi Wahana: Surga Buat Anak-Anak

Setelah melewati pintu masuk, barulah terlihat kenapa tempat ini disebut “paket lengkap”. Konsepnya benar-benar family friendly.

Pertama, mata si kecil langsung tertuju pada Mini Zoo. Koleksi hewannya lumayan untuk sekadar mengenalkan satwa pada anak-anak. Mereka bisa melihat hewan dari jarak dekat, dan ini jadi sarana edukasi yang menyenangkan di sela-sela liburan.

Bergeser sedikit, ada area yang paling ditunggu-tunggu anak-anak: Area Bermain. Pilihannya banyak banget! Mulai dari playground kering dengan berbagai perosotan, hingga kolam renang yang airnya cukup segar. Kalau kalian bawa anak kecil, siap-siap saja bakal susah diajak pulang karena mereka pasti betah berlama-lama main air atau lari-larian di sini. Buat kalian yang mager, kayaknya kalian mesti siap-siap ngos-ngosan deh, soalnya buat menuju ke tempat makan dan spot foto tuh menanjak ke atas. Tapi, kalau udah nyampe atas saya yakin kalian bakal puas. Pemandangannya cakep banget!

Chill di Lantai Atas: Spot Foto dengan View Laut

Sementara anak-anak asyik bermain, saya mencoba naik ke area atas. Nah, di sinilah letak daya tarik utamanya. Area atas ini didesain sebagai tempat bersantai dengan pemandangan langsung ke laut lepas Anyer. Angin sepoi-sepoi bikin suasana jadi rileks banget.

Pihak pengelola juga paham banget kebutuhan konten zaman sekarang. Di area ini tersedia banyak sekali spot swafoto yang Instagramable. Mau foto dengan latar biru laut atau duduk santai, semuanya estetik. Cocok buat nambah stok foto di feed Instagram kamu.

Urusan perut juga aman. Di sini tersedia banyak pilihan kuliner, mulai dari jajanan ringan untuk sekadar ngemil, hingga makanan berat kalau kalian kelaparan habis berenang. Harganya pun relatif standar tempat wisata, tidak yang “mengetok” harga sembarangan. Untuk jajanan harganya berkisar 10.000 an kok. Ramah banget di kantong. Kalian mesti cobain kulit ayamnya, juara banget !


Real Talk: Beberapa Catatan untuk Evaluasi

Sebagai travel blogger, saya tentu harus jujur me-review apa adanya, bukan hanya yang manis-manisnya saja. Meskipun tempat ini punya potensi yang luar biasa, ada beberapa hal yang cukup mengganggu kenyamanan saya saat berkunjung kemarin, dan saya harap ini bisa jadi masukan:

1. Masalah Sampah & Kesadaran Pengunjung Jujur, agak sedih melihat sampah yang berserakan di beberapa titik. Padahal tempat sampah sudah disediakan, tapi sepertinya kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan masih sangat minim. Bekas makanan dan plastik minuman sering ditinggalkan begitu saja di meja atau area duduk. Ini sangat mengurangi estetika tempat yang sebenarnya bagus ini.

2. Asap Rokok di Area Umum Hal kedua yang cukup mengganggu adalah asap rokok. Sebenarnya saya melihat ada banyak banget plang larangan merokok di beberapa area, tapi sayangnya plang itu seolah tidak terlihat. Banyak pengunjung yang tetap merokok santai di tengah keramaian, bahkan di dekat area bermain anak.

Bagi pengunjung yang membawa bayi atau yang tidak suka asap rokok, ini poin minus yang cukup besar. Kalau kalian resah dan ingin menegur, tegur aja baik-baik, biasanya mereka paham kok. Mungkin belum terbiasa aja dengan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok.

3. Minimnya Pengawasan (Supervisor) Saya menduga dua masalah di atas terjadi karena kurangnya pengawasan. Selama saya di sana, saya jarang melihat petugas atau supervisor yang berpatroli untuk menegur pengunjung yang buang sampah sembarangan atau merokok di area terlarang. Mungkin jumlah pegawainya yang kurang memadai untuk meng-cover area seluas ini? Entahlah, tapi rasanya perlu ada penambahan personel agar aturan bisa ditegakkan dengan lebih tegas.


Kesimpulan Akhir

Jadi, apakah The Nice Ocean View Anyer layak dikunjungi?

Jawabannya: Sangat layak, terutama jika kalian mencari wisata murah meriah (Rp 25.000) dengan fasilitas bermain anak yang lengkap dan parkiran luas. Value for money-nya dapet banget.

Namun, kalian perlu memaklumi kondisi keramaian dan kebersihannya. Saran saya, datanglah lebih pagi saat pengunjung belum terlalu ramai agar lebih nyaman, dan mari kita mulai dari diri sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan agar tempat wisata kita tetap indah.

Selamat berlibur!

- Advertisement -
Previous articleRLF 2025: Forum Kepemimpinan Regional Siap Menginspirasi Generasi Muda Asia