Power bank masih boleh dibawa saat bepergian dengan pesawat, tetapi ada aturan yang perlu diperhatikan terkait kapasitas, jumlah, lokasi penyimpanan, dan penggunaannya selama penerbangan.
Aturan terkait Power bank semakin diperketat dengan terjadinya insiden terakhir pada pesawat KLM KL735 penerbangan dari Amsterdam menuju Curacao yang mengeluarkan asap dan kebakaran di kabin pesawat.
Sebelumnya juga terjadi insiden di pesawat Batik Air penerbangan dari Ujung Pandang-Jakarta yang diduga karena penggunaan power bank (catu daya) di dalam kabin pesawat yang berakibat munculnya percikan api setelah sebelumnya muncul asap terlebih dahulu.
Aturan ini semakin diperketat karena power bank menggunakan baterai lithium-ion yang memiliki risiko panas berlebih atau thermal runaway. Penumpang perlu memastikan power bank yang dibawa memenuhi ketentuan sebelum berangkat ke bandara.
Power Bank Boleh Dibawa ke Pesawat, tetapi Harus di Kabin
Power bank termasuk baterai cadangan sehingga tidak boleh dimasukkan ke dalam bagasi tercatat (checked baggage). Power bank harus dibawa bersama penumpang di dalam kabin.
Jika tas kabin Anda harus dimasukkan ke bagasi pesawat saat proses gate check, power bank sebaiknya dikeluarkan terlebih dahulu dan tetap dibawa ke dalam kabin.
Batas Kapasitas Power Bank di Pesawat
Salah satu hal terpenting yang harus diperiksa adalah kapasitas power bank. Dalam aturan penerbangan, kapasitas biasanya dinyatakan dalam Watt-hour (Wh), bukan hanya mAh.
Secara umum ketentuannya adalah:
Hingga 100 Wh: dapat dibawa di kabin tanpa persetujuan khusus.
Lebih dari 100 Wh hingga 160 Wh: memerlukan persetujuan maskapai dan mengikuti ketentuan jumlah yang diperbolehkan.
Lebih dari 160 Wh: tidak diperbolehkan dibawa sebagai power bank penumpang.
Power bank dengan kapasitas yang tidak dapat diidentifikasi dengan jelas dapat ditolak untuk dibawa.
Sebagai gambaran, power bank sekitar 20.000 mAh umumnya berada di kisaran 100 Wh jika menggunakan tegangan sel sekitar 5 V untuk perhitungan sederhana. Namun, penumpang sebaiknya tetap memeriksa angka Wh yang tercantum pada perangkat atau kemasannya, karena mAh saja tidak selalu cukup untuk menentukan kepatuhan.
Power Bank Tidak Boleh Digunakan untuk Mengisi Ponsel Saat Penerbangan
Hal penting lainnya adalah penggunaan power bank selama penerbangan.
Aturan keselamatan penerbangan Indonesia melarang penggunaan power bank untuk mengisi perangkat elektronik selama penerbangan. Panduan IATA 2026 juga menetapkan bahwa power bank tidak boleh diisi ulang selama penerbangan dan merekomendasikan agar power bank tidak digunakan untuk mengisi perangkat elektronik di dalam pesawat.
Karena itu, meskipun power bank diperbolehkan dibawa ke kabin, jangan menganggap power bank bebas digunakan untuk mengecas ponsel selama penerbangan.
Berapa Banyak Power Bank yang Boleh Dibawa?
Ketentuan jumlah power bank juga menjadi perhatian. Panduan IATA 2026 menetapkan maksimal dua power bank per penumpang, sementara beberapa maskapai telah menerapkan ketentuan serupa dalam kebijakan mereka.
Namun, aturan maskapai atau rute tertentu dapat memiliki ketentuan tambahan. Karena itu, penumpang sebaiknya memeriksa aturan maskapai yang digunakan sebelum keberangkatan.
Mengapa Aturan Power Bank Diperketat?
Power bank menggunakan baterai lithium-ion. Jika baterai mengalami kerusakan, korsleting, panas berlebih, atau kondisi tertentu lainnya, dapat terjadi thermal runaway yang menyebabkan baterai menghasilkan panas secara cepat dan berpotensi terbakar.
Membawa power bank di kabin membuat kondisi tersebut lebih mudah diketahui dan ditangani oleh awak kabin dibandingkan jika baterai berada di bagasi pesawat yang tidak dapat diakses selama penerbangan.
Checklist Sebelum Membawa Power Bank ke Pesawat
Sebelum berangkat, lakukan beberapa pemeriksaan berikut:
Pastikan power bank dibawa di bagasi kabin, bukan bagasi tercatat.
Periksa kapasitas Wh pada power bank.
Pastikan kapasitasnya masih dalam batas yang diperbolehkan.
Untuk kapasitas lebih dari 100 Wh hingga 160 Wh, cek apakah diperlukan persetujuan maskapai.
Jangan membawa power bank yang rusak, menggembung, atau menunjukkan tanda kerusakan.
Jika tas kabin harus masuk bagasi, keluarkan power bank terlebih dahulu.
Jangan menggunakan power bank untuk mengisi ponsel selama penerbangan.
Periksa kembali kebijakan maskapai karena ketentuannya dapat berbeda.

Dengan melakukan pemeriksaan sederhana sebelum berangkat, penumpang tetap dapat membawa power bank untuk perjalanan tanpa mengabaikan aspek keselamatan penerbangan. Karena dari detail pengecekan terkecil yang kita lakukan dapat menyelamatkan nyawa kita dan penumpang lain dalam pesawat.
