Travelista – Gunung Semuru yang mengeluarkan lava pijar menyebabkan jalur pendakian untuk sementara ditutup. Bagaimana kondisi pendaki?

Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Agus Budi Santosa menutup seluruh jalur pendakian di Gunung Semeru per tanggal 30 November lalu. Kondisi Taman Nasional hingga kini aman mengingat sebetulnya jalur pendakian tak terkena dampak gugusan lava pijar.

Guguran lava pijar itu condong ke arah barat daya, barat daya itu masuk ke sungai-sungai yang kebetulan tidak berada di dalam taman nasional,” kata Agus saat dihubungi, Rabu (2/12/2020).

Jadi memang ada desa di Taman Nasional yang kena, terutama di kecamatan Pronojiwo itu kena. Ada 3 desa yang terdampak, tapi kalau untuk jalur pendakian gunungnya yang di Ranupaninya malah nggak kena, jalur pendakian gunung,” tambahnya.


Biarpun begitu, untuk menjaga keselamatan dan keamanan, jalur pendakian tetap ditutup. Sebanyak 103 pendaki sudah turun, pada tanggal 30 November pagi pun sudah tak ditemukan aktivitas mendaki.

“Jadi 103 itu terakhir keluar 6 orang jam 9 malam tanggal 30. Jadi alhamdulillah 103 pendaki terakhir itu semuanya selamat,” kata Agus.

Mengenai pembukaan kembali kegiatan jalur pendakian masih akan menunggu aktifitas vulkanologi dari Gunung Semeru. Jalur pendakian akan kembali dibuka jika situasi membaik.

“Kita lihat perkembangan aktivitas vulkanologinya. kalau kira-kira nanti ada tanda tanda menurun (Gunung Semeru) kita buka kembali,” kata Agus.

Agus menambahkan, perihal status erupsi atau tidak merupakan kewenangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Hingga kini belum ada pernyataan yang mengungkapkan terjadinya erupsi.

“Sepanjang saya pahami, sampai sekarang bahasa mereka masih belum ada erupsi, guguran lava iya betul, itu satu. Yang kedua, berdasarkan pusat kajian dari PVMBG itu sampai hari ini dan sejak dua tahun yang lalu itu tuh statusnya Gunung Semeru masih di level dua, waspada,” pungkasnya.