Gedung MPR/DPR Jadi Terfavorit Dalam Lakukan Demonstrasi

Travelista – Gedung DPR/MPR selalu jadi tempat unjuk rasa hampir semua lapisan elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, buruh hingga pelajarpun ikut andil bagian dalam melakukan demonstrasi.

Demo atau aksi mahasiswa yang sedang gencar-gencarnya dalam sudut pandang publik tentang aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa yang terlibat, dikarenakan DPR membuat Revisi Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak masuk akal dan melemahkan KPK.

 Banyak peraturan yang sangat janggal dan asing di masyarakat oleh karena itu hampir semua mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa untuk memprotes dan mencabut RUU yang dibuat oleh DPR.  

Berikut deretan fakta menarik gedung DPR/MPR menurut Travelista :

Sejarah Gedung DPR/MPR

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gedung DPR/MPR didirikan saar masa kepemimpinan presiden pertama Indonesia Presiden Sukarno. Gedung ini dibuat untuk wakil rakyat yang bisa menyalurkan aspirasi seluruh rakyat secara adil dan sejahtera. Gedung ini mulai dibangun pada tanggal 8 Maret 1965.

Baca juga : Cerita Mistis Perempuan Cantik di Gedung DPR

Ketika zaman kepemimpinan presiden Sukarno berakhir gedung tersebut belum selesai dibangun. Alhasil, yang melanjutkan pembangunan gedung DPR/MPR dilanjutkan kembalik pada zaman pemerintahan orde baru yang dipimpin oleh presiden kedua Indonesia Suharto. Proses pembangunan yang cukup lama dan memakan biaya yang tidak sedikit bisa terselesaikan pada 1 Februari 1983.

Lokasi Tempat Para Demonstran

Gedung DPR/MPR hampir setiap tahun kerap terjadi demo atau unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen lapisan masyarakat. Guna dibentuk DPR untuk menjadi aspirasi rakyat sesuai konsep dan rancangan presiden Sukarno. Namun kenyataannya sebagian wakil rakyat yang berada di gedung DPR/MPR tidak bisa menjadi kelah kesal masyarakat Indonesia.

Sikap masyarakat dan mahasiswa yang melihat para anggota DPR tersebut tidak terealisasi dengan baik, terjadilah berbagai unjuk rasa dan ramai mengkritik kinerja anggota DPR.

Kepentingan rakyat, suara rakyat seharusnya dijadikan sebagai prioritas utama seorang anggota dewan memenuhi semua tanggung jawabnya. Jika tidak ingin di protes dan di demo terus, harus sadar penuhi seluruh keresahan masyarakat.

Travelista

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here