Kabupaten Kepulauan Mentawai makin serius membangun identitas sebagai destinasi wisata kelas dunia. Lewat peluncuran city branding terbaru, pemerintah daerah ingin menjadikan Mentawai bukan hanya terkenal karena ombaknya, tetapi juga karena kekuatan budaya lokal yang autentik dan berbeda dari daerah wisata lain di Indonesia.
Highlights
- Mentawai meluncurkan city branding untuk memperkuat identitas wisata dunia
- Budaya Sikerei dijadikan ikon utama pariwisata daerah
- Mentawai memiliki sekitar 78 spot ombak kelas internasional
- Pemerintah menargetkan Mentawai menjadi ibu kota surfing dunia
- Infrastruktur wisata seperti bandara dan pelabuhan akan diperkuat
- Event surfing internasional QS 6000 disiapkan untuk 2026
Bupati Mentawai, Rinto Wardana, menegaskan bahwa arah pengembangan pariwisata daerahnya tidak sekadar mengejar jumlah wisatawan. Menurutnya, wisatawan modern kini mencari pengalaman yang berkesan, otentik, dan punya nilai budaya kuat. Karena itu, Mentawai mulai mengusung konsep wisata berbasis pengalaman atau beyond tourism.
Dalam peluncuran city branding yang digelar di Jakarta, Mentawai memperkenalkan budaya Sikerei sebagai identitas utama daerah. Sikerei dikenal sebagai tabib tradisional masyarakat Mentawai yang memiliki kemampuan pengobatan menggunakan ramuan alami dari hutan. Sosok ini dianggap sebagai simbol kebijaksanaan sekaligus representasi budaya asli Mentawai yang masih terjaga hingga sekarang.
Menurut Rinto, proses menjadi seorang Sikerei juga tidak mudah karena harus melewati ritual adat dan sejumlah pantangan tertentu. Nilai budaya seperti inilah yang ingin tetap dipertahankan di tengah perkembangan industri wisata global.
Selain budaya, sektor wisata selancar menjadi fokus utama pemerintah daerah. Mentawai dikenal memiliki puluhan titik ombak berkualitas internasional yang selama ini sudah populer di kalangan peselancar dunia. Pemerintah daerah bahkan menargetkan Mentawai bisa menjadi “ibu kota surfing dunia”.
Data pemerintah daerah menyebut Mentawai memiliki sekitar 78 spot ombak yang tersebar di berbagai wilayah. Ombak di kawasan ini dinilai memiliki karakter unik dan konsisten, sehingga sering dibandingkan dengan destinasi surfing terkenal dunia seperti Hawaii. Tidak sedikit surfer internasional yang memasukkan Mentawai dalam bucket list mereka.
Potensi besar tersebut membuat pemerintah pusat ikut memberi perhatian. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana sebelumnya menilai pengembangan infrastruktur menjadi kunci agar Mentawai mampu bersaing secara global. Mulai dari perluasan bandara, peningkatan pelabuhan, hingga pembangunan akomodasi premium dinilai penting untuk mendukung lonjakan wisatawan internasional.
Tidak hanya itu, Pemkab Mentawai juga mulai mempersiapkan berbagai event internasional untuk memperkuat branding wisata mereka. Salah satunya rencana penyelenggaraan kejuaraan surfing dunia QS 6000 yang ditargetkan berlangsung pada 2026. Event tersebut diharapkan bisa meningkatkan eksposur Mentawai di pasar wisata global sekaligus menarik investasi baru di sektor pariwisata.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun mendukung langkah city branding tersebut. Menurut Dinas Pariwisata Sumbar, Mentawai memiliki kombinasi kuat antara keindahan alam, budaya asli, dan olahraga surfing yang sulit ditandingi daerah lain. Karena itu, penguatan identitas sebagai destinasi surfing kelas dunia dinilai menjadi strategi yang tepat.
Dengan kekuatan budaya Sikerei, alam tropis yang masih alami, serta ombak kelas dunia, Mentawai kini tidak hanya ingin dikenal sebagai surga surfing Indonesia. Lebih jauh, daerah ini ingin menjadi ikon wisata bahari dan budaya yang mampu bersaing di level internasional.
Tanya-Jawab Singkat
Apa itu city branding Mentawai?
City branding Mentawai adalah strategi promosi daerah untuk memperkuat identitas wisata berbasis budaya dan surfing kelas dunia.
Kenapa Mentawai terkenal di kalangan surfer dunia?
Karena Mentawai memiliki ombak berkualitas internasional dengan karakter unik dan konsisten sepanjang tahun.
Apa itu Sikerei di Mentawai?
Sikerei adalah tabib tradisional masyarakat Mentawai yang menjadi simbol budaya dan kearifan lokal daerah tersebut.
Berapa jumlah spot surfing di Mentawai?
Pemerintah daerah menyebut Mentawai memiliki sekitar 78 spot ombak untuk surfing.
Apa target wisata Mentawai ke depan?
Mentawai menargetkan diri menjadi ibu kota surfing dunia dan destinasi wisata budaya internasional.
Kapan event surfing internasional Mentawai digelar?
Pemkab Mentawai menyiapkan kejuaraan surfing internasional QS 6000 pada tahun 2026.











