Travelista – Ibukota Jakarta merupakan kota terbesar yang ada di Indonesia. Sebagai pusat perekonomian negara, tentu kota yang akrab dengan kemacetan ini selalu menarik untuk dibahas. Mulai dari tempat wisata, kuliner, adat istiadat, hingga kisah kepahlawanan legendaris, Si Pitung.

Bagi warga Jakarta, khususnya orang Betawi, Si Pitung merupakan seorang legenda. Kisah kepahlawanannya sudah turun-temurun diceritakan dari buyut ke cucu. Namun, ternyata kisah kepahlawanan Pitung bukanlah isapan jempol belaka.

Baca juga: Demonstrasi, Munculkan Hantu Reformasi di Trisakti

Menurut sejarahwan Belanda, Margreet van Till, Si Pitung adalah tokoh penting dalam kehidupan orang Betawi. Dalam sejarahnya, Si Pitung kerap merampas harta-harta orang kaya dan membagikannya kepada orang-orang yang sangat membutuhkan.

“Sebagai kepala geng, Si Pitung merampok rumah-rumah tuan tanah yang kaya. Dia terkenal karena keberaniannya, yang dipercaya memiliki senjata-senjata magis dan kekuatan-kekuatan magis,” ungkap Margeet Van Till dalam tulisannya yang berjudul Colonial Criminals in Java.

Margreet juga membeberkan nama asli Si Pitung. Rahasia ini terbongkar ketika Pitung tertangkap polisi. Dalam dokumen penangkapan tersebut, terdapat nama asli Pitung yang tak lain dan tak bukan bernama Salihoen.

Si Pitung adalah sosok nyata yang hidup pada abad ke-19. Sang legenda lahir di Pengumben, suatu desa di daerah Rawa Belong. Pitung merupakan anak dari pasangan Bang Piung dan Mpok Minah. Pitung kecil menghabiskan waktunya di pesantren milik Hadji Naipin. Di sana, Pitung aktif mengaji dan mengasah ilmu bela dirinya, tak heran ketika beranjak dewasa Pitung lihai sekali melawan para penjajah.

Sejarah mencatat Pitung melakukan aksi perampokan pada tahun 1892-1893. Dalam aksinya tersebut, Pitung bersama gengnya, Dji’ih, Rais, dan Jebul merampok rumah-rumah orang gedongan pada masa itu dan aksinya tersbeut terekam oleh media asal Belanda, Hindia Holanda.

Warga betawi menyebut Pitung memiliki ilmu supranatural. Kabar tersebut muncul akibat ulah Pitung yang ketika ditangkap polisi, dirinya dapat dengan mudah meloloskan diri bak belut dalam lumpur. Bertahun-tahun dicap sebagai buronan, pada akhirnya Pitung menyerah pada takdir dan meninggal dunia.

Berita kematiannya pun heboh, di kalangan Betawi mitos kematian Pitung bermunculan. Ada yang mengatakan bila penyebab kematian Pitung karena Pitung kehilangan jimat keabadiannya, yakni rambut. Pasalnya, beberapa waktu sebelum meninggal, Pitung terlihat berbeda dengan tampilan rambut pendek habis dipotong di daerah Pasar Senen. Atas dasar ini banyak yang percaya bila Pitung meninggal karena kehilangan daya magisnya.

Selepas kepergian Pitung, para penjajah terasa amat lega dan bergembira. Namun bagi rakyat Betawi, meinggalnya pitung merupakan musibah dalam negeri. Kisah Si Pitung begitu melegenda dan bagi mereka orang Betawi, Si Pitung adalah Robin Hoodnya Tanah Betawi.

Travelista

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here