Siapa sih yang gak kenal Jogja? Kota yang artistik dan kaya akan tradisi, penuh filosofi, tapi juga surganya kuliner malam. Nah, kalau lagi nyari makanan malam yang bikin perut dan hati hangat, nyambung banget deh ke Gudeg Permata Bu Pujo. Warung legendaris ini udah jadi langganan warga lokal dan wisatawan sejak zaman kakek-nenek kita, tepatnya dari tahun 1951.

Bayangin suasana Jalan Gajah Mada yang adem, gerimis tipis, lalu ngantri di depan meja makan yang sederhana. Aroma nangka muda yang dimasak perlahan campur sambal krecek pedas langsung nyerang hidung. 

Gak heran, meskipun bioskop Permata yang dulu jadi tamatan udah sepi, warung gudeg ini justru makin rame sampai larut malam. Bisa dibilang, ini comfort food-nya anak Jogja yang lagi butuh kehangatan.

Highlights:

  • Gudeg Basah, Bukan Manis Legit Bedanya sama gudeg kering Solo, gudeg ini berkuah areh yang gak terlalu kental. Rasanya gurih, sedikit manis, dan pedas dari sambal krecek yang nagih.
  • Buka dari Jam 9 Malam sampai Dini Hari: Cocok banget buat yang habis jalan-jalan seharian atau baru selesai kerja malam. Jam operasional ini yang bikin dia dijuluki  legenda gudeg malam hari .
  • Harga Ramah di Kantong: Mulai dari Rp8.000 per porsi, tergantung lauk. Bisa pilih ayam kampung, telur bebek, tahu, tempe, atau tambah krecek. Dijamin kenyang tanpa kantong bolong.
  • Ruang Sosial yang Akrab: Gak cuma tempat makan, ini ruang ngumpulnya mahasiswa, pekerja malam, sampai turis asing. Makan di meja panjang, ditemani obrolan ringan, rasanya kayak lagi makan di rumah saudara.
  • Rasanya Konsisten Selama 70+ Tahun:  Dikelola turun-temurun sama anak-anak almarhumah Bu Pujo, rasanya gak berubah. Setiap suapan adalah sejarah Jogja yang masih hidup.

Sejarah Panjang yang Nempel di Setiap Sendok

Jadi gini, awalnya Bu Pujo jualan buat  penonton bioskop Permata  yang habis nonton film malam. Tapi seiring waktu, warung kecil ini jadi destinasi tersendiri. Bahkan menurut data BPS DIY, wisatawan domestik ke Jogja tembus lebih dari 5 juta orang di 2023, dan sebagian besar pasti nyari gudeg legendaris kayak Bu Pujo. Warung ini adalah bukti nyata kalau kuliner tradisional bisa bertahan lintas generasi, tanpa harus berubah jadi kafe kekinian yang mahal.

Di tengah maraknya restoran instagramable, Gudeg Permata Bu Pujo tetap mempertahankan kesederhanaan. Gak ada kursi empuk atau wifi kenceng. Yang ada cuma kehangatan bumbu, keramahan penjual, dan cerita lama yang terus diwariskan.

Lebih dari Sekadar Makanan Malam

Kalau ditanya,  Gudeg Permata Bu Pujo  itu bukan cuma tempat buat ngisi perut kosong. Dia adalah  penanda waktu yang masih hidup . Di tengah kota Jogja yang makin modern, warung ini berdiri tegak sebagai saksi bisu pergeseran zaman, tapi tetap setia dengan rasa dan caranya sendiri.

Makan di sini jam 11 malam, ditemani angin Jogja yang menusuk tulang, sambil nyruput kuah gurih dan ngunyah krecek pedas… rasanya kayak lagi pelukan sama sejarah. Buat wisatawan, ini pengalaman autentik yang gak bakal didapat di mal atau kafe. Buat warga lokal, ini rumah kedua.

Gak sah main ke Jogja kalau belum mencicipi Gudeg Permata Bu Pujo . Bukan karena viral atau hype, tapi karena dia udah membuktikan diri selama 70 tahun lebih: bahwa kesederhanaan, konsistensi, dan kehangatan adalah resep paling ampuh untuk bertahan. Jadi, lain kali ke Jogja, sisihin malam-malam untuk ngantri di sini. Dijamin, perut kenyang, hati adem, dan bakal punya cerita manis yang bisa dibagikan ke teman-teman.

Tanya-Jawab Singkat

 1. Di mana persisnya lokasi Gudeg Permata Bu Pujo? 

Ada di kawasan  Jalan Gajah Mada, Yogyakarta , dekat bekas Bioskop Permata. Cukup cari di Google Maps dengan keyword “Gudeg Permata Bu Pujo”, pasti ketemu.

 2. Jam berapa warung ini mulai buka? 

Mulai buka sekitar  pukul 21.00 WIB  sampai dini hari (sekitar jam 01.00 – 02.00 WIB). Pastikan datang malam hari karena gak buka siang.

 3. Apa bedanya dengan gudeg lain di Jogja? 

Bedanya, ini  gudeg basah dengan rasa dominan gurih , bukan manis. Kuah arehnya gak terlalu kental, dan sambal kreceknya pedas berani. Cocok buat yang gak terlalu suka manis.

 4. Berapa kisaran harga seporsi gudeg di sini? 

Harga sangat bersahabat, mulai dari  Rp8.000 per porsi  tanpa lauk. Kalau pakai ayam kampung atau telur bebek, sekitar Rp15.000 – Rp25.000.

 5. Apa lauk yang paling recommended? 

Wajib coba  sambal krecek pedas + telur bebek + ayam kampung . Jangan lupa tambah tahu dan tempe biar makin mantap. Dijamin bikin pengen nambah lagi.

- Advertisement -
-->
Previous articleOshiroi Baba: Yōkai Nenek Bedak Putih Jepang dan Tragedi di Balik Standar Kecantikan Kuno
Next articleJembatan Sodongkopo Pangandaran, Ikon Baru yang Instagramable & Pemangkas Jarak Nusawiru-Batukaras